Senin, 06 Februari 2017

Jambu Madu

Jambu Madu
Simak kiat-kiat penanaman dan perawatan jambu madu berikut ini :
1. Pilih Bibit dari Varietas Unggulan
Paling utama, pilih bibit jambu madu yang berasal dari varietas unggulan dan berkualitas tinggi. Anda harus pintar memilih bibit semacam ini karena sudah terbukti mempunyai daya tahan dan daya produksi yang bagus. Walaupun harganya lebih mahal, tetapi ini merupakan suatu bentuk investasi yang aman untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan.
2. Tanam Pada Posisi yang Tepat
Menanam pohon jambu madu bisa dilakukan langsung di tanah atau dengan media pot. Idealnya, lubang penanaman di tanah memiliki jarak 2,5 sampai 3 meter sehingga masing-masing tanaman bisa tumbuh secara normal. Sedangkan untuk penanaman menggunakan pot, anda bisa menerapkan teknik pembuatan tabulampot yang benar. Penanaman yang terlalu rapat atau penggunaan pot yang kekecilan justru berakibat pada ketidaknormalan pertumbuhan tanaman-tanaman tadi.
3. Siram di Pagi dan Sore Hari
Jambu madu adalah tanaman yang memerlukan air dalam jumlah cukup banyak untuk bisa tumbuh normal. Itu sebabnya, anda perlu menyiram tanaman ini minimal 2 kali sehari ketika pagi dan sore. Namun bila cuaca sedang panas, intensitas penyiraman dapat ditingkatkan menjadi 3-4 kali sehari agar kebutuhan air terpenuhi. Prosedur penyiraman tanaman bisa dilakukan dengan metode manual, irigasi, atau kran otomatis.
4. Berikan Pupuk Kandang dan Pupuk NPK
Agar tingkat kesuburan media tanam terus terjaga sehingga pohon dapat berbuah lebat, anda perlu memberikan seluruh tanaman dengan pupuk kandang dan pupuk NPK secara berkala. Taburkan pupuk ini di sekeliling pohon jambu madu tanpa mengenai batang utamanya. Mendekati masa panen, frekuensi pemberian pupuk bisa ditingkatkan setiap 2 kali/minggu.
5. Berantas Hama dan Penyakit
Pemberantasan hama dan penyakit bertujuan untuk memastikan tanaman mampu menghasilkan buah dengan kualitas tinggi tanpa mengalami kecacatan. Untuk itu, lakukan penyemprotan menggunakan pestisida dan insektisida yang sesuai secara rutin. Guna menghindari serangan ulat, bisa juga dengan membungkus masing-masing bakal buah memakai kertas koran atau plastik.

Minggu, 05 Februari 2017

Sulam Bayangan

SULAMAN BAYANGAN

Sulaman bayangan merupakan jenis sulaman yang cukup unik, karena hiasannya diperoleh dari bayangan suatu motif yang diisi dengan tusuk flanel. Karena yang berfungsi bayangannya, maka kain yang digunakan sebaiknya tidak terlalu tebal, sehingga motif bayangan akan nampak jelas, akan lebih baik bila kain yang digunakan adalah kain yang tembus terang hingga bayangan motif akan nampak jelas. Motif untuk sulaman bayangan sebaiknya tidak terlalu besar, dan tidak terlalu rumit, karena hanya tusuk flanel yang digunakan.
Penyelesaian gambar desain sulaman ini sangat mudah yakni dilakukan dengan cara memberi warna dasar dan pada motifnya diberi warna yang lebih tinggi valuenya, demikian pula tepi motif dengan garis terputus-putus, seperti tusuk jelujur. Dan pembuatan gambar kerja cukup dengan membuat garis-garis tusuk flannel yang penuh untuk setiap motif hias.


Jumat, 03 Februari 2017

Kompos

Cara Membuat Pupuk Kompos Sederhana | Selamat datang para pecinta tanaman di blog lintangsore.com. Kali ini kita akan membahas cara membuat pupuk kompos sederhana untuk pemakaian sendiri. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik seperti tanaman maupun hewan. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik yaitu melibatkan oksigen dan anaerobik atau tanpa menggunakan osigen di dalam prosesnya. Proses dekomposisi atau penguraian inilah yang menjadikannya disebut sebagai pupuk kompos.
Silakan dibaca juga : cara membuat pupuk organik cair sederhana

Proses Pembuatan Pupuk Kompos Sederhana

Cara Membuat Pupuk Kompos Sederhana
Proses pembuatan pupuk kompos sebenarnya meniru proses terbentuknya humus di alam. Namun dengan cara merekayasa kondisi lingkungan dan menambahkan beberapa unsur, pembuatan pupuk kompos dapat dipercepat yaitu hanya dalam jangka waktu 2 minggu sampai 1 bulan. Waktu ini melebihi kecepatan terbentuknya humus secara alami. Oleh karena itu, pupuk kompos dapat selalu dibuat dan tersedia sewaktu-waktu diperlukan tanpa harus menunggu bertahun-tahun.

Bahan Baku untuk Membuat Pupuk Kompos Sederhana

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pupuk kompos dibuat dari unsur-unsur organik seperti tanaman dan hewan. Pembagian jenis pupuk kompos menurut bahan bakunya adalah sebagai berikut :

Pupuk kompos dari sampah coklat

yang termasuk sampah kering di antaranya adalah: daun kering, rumput kering, serbuk gergaji serutan kayu, sekam padi, limbah kertas , kulit jagung, jerami(batang padi) , dan tangkai sayuran.
Pupuk kompos dari bahan sampah coklat sifat fisiknya kering, kasar, berserat dan berwarna coklat. Umumnya mengandung unsur C carbon tinggi, sehingga baik diaplikasikan untuk tanaman agar cepat berbuah.

Pupuk kompos dari sampah hijau

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah OrganikSampah hijau disini bisa terdiri dari: sayur-sayuran, buah-buahan, potongan rumput, daun segar, limbah rumah tangga, bubuk teh dan kopi, kulit telur, pupuk kandang (kotoran unggas seperti ayam, itik, sapi dan kambing). Untuk mudahnya pupuk kompos jenis ini bahan bakunya masih ada kadar airnya.
Pupuk kompos dari sampah hijau kaya dengan unsur Nitrogen ( N ) yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh dan berkembang. Baik diaplikasikan pada tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan cabang dan daun. 

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Di atas sudah disebutkan ada dua jenis bahan baku pupuk kompos: sampah coklat dan sampah hijau. Untuk proses pembuatan dan hasil yang efektif dalam pembuatan pupuk kompos perbandingan penggunaan antara sampah coklat dengan sampah hijau =  3:1.  Sebab, bila anda hanya menggunakan sampah coklat saja maka proses pembuatan pupuk kompos akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Pada saat anda mengumpulkan sampah/limbah rumah tangga untuk bahan baku pembuatan pupuk kompos benda-benda yang perlu anda pisahkan diantaranya adalah :
- daging, tulang ikan, kulit udang, tulang ayam, susu, keju, dan lemak/minyak. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari munculnya serangga seperti lalat yang akan menyebabkan munculnya belatung pada proses pengomposan.
- kotoran anjing dan kotoran kucing. benda ini dapat membawa penyakit.
- tanaman gulma yang berhama atau terkena penyakit karena hama akan masih terkandung dalam kompos.

Langkah-langkah membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga

Berikut ini cara membuat pupuk kompos sederhana step by step :
1. Langkah pertama siapkan bahan baku dan peralatannya.
Bahan baku : sampah limbah rumah tangga yang sudah anda sortir, sampah coklat, sampah hijau, tanah.
Alat : Bak atau drum plastik besar, karung goni, paving block.
Bahan tambahan : EM4 
2. Langkah kedua campurkan satu bagian sampah hijau dengan satu bagian sampah coklat ke dalam bak atau drum plastik besar yang di bawahnya telah ditutupi dengan tanah dan diberi lubang sebagai jalan mengeluarkan kelebihan air.
 3. Berikutnya tambahkan satu lapisan tanah pada bagian atas dan biarkan mikroba aktif dalam tanah bekerja mengolah sampah menjadi pupuk kompos.
4. Ulangi proses kedua dan ketiga untuk lapisan berikutnya hingga bahan baku sampah dan tanah habis. Kemudian tutup drum dengan karung goni. 
5. Setelah satu minggu, buka dan aduk pupuk kompos tersebut, kemudian tutup kembali dan lakukan proses tersebut setiap seminggu sekali.
6. Untuk mempercepat proses pengomposan, anda dapat menambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM4) yang dapat anda beli di toko pertanian.
7. Setelah kurang lebih 1 bulan, cek akhir pupuk kompos. Jika campuran pupuk sudah berwarna kehitaman dan tidak berbau sampah lagi, berarti proses pengomposan telah selesai dan tidak ada masalah.
8. Langkah terakhir adalah memisahkan bagian yang kasar dengan ayakan, ambil yang halus. Pupuk kompos yang kasar dapat dicampurkan kembali ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

Masalah dan Solusi dalam Pembuatan Pupuk Kompos

- Masalah : Muncul serangga dan belatung pada proses pembuatan pupuk kompos
Penyebab : Ada bahan-bahan seperti sampah daging, ikan, susu, lemak dan santan dalam bahan bakunya. Atau sampah tidak ditutup.
Solusi : tutup kompos dengan selapis tanah atau kompos lain atau sebaiknya bahan tersebut tidak dikomposkan.

- Masalah : Muncul bau busuk (amonia)
Penyebab : terlalu banyak unsur nitrogen/ jumlah sampah hijau terlalu banyak
Solusi : menambahkan sampah coklat dan membuka karung untuk menambahkan oksigen.

- Masalah : Muncul bau busuk (tengik, telur busuk)
Penyebab : kurang oksigen/terlalu lembab
Solusi : menambahkan sampah coklat dan membuka karung untuk menambahkan oksigen, mengaduk kompos sampai bau hilang.


- Masalah : pupuk mengempal
Penyebab : terlalu lembab
Solusi : menambahkan sampah coklat, membuka karung untuk menambahkan oksigen dan kompos dibolak-balik sampai bau kurang sedapnya hilang .

- Masalah : pupuk kompos terlalu kering
Penyebab : kurang air
Solusi : basahi dengan air dan dibolak-balik biar merata basahnya.

- Masalah : tidak terjadi reaksi/perubahan
Penyebab : nitrogen terlalu rendah , oksigen rendah, kurang lembab 
Solusi : tambahkan sampah hijau untuk meningkatkan kadar nitrogen, kompos dibalik-balik untuk menambah udara atau oksigen.

Demikian Cara Membuat Pupuk Kompos Sederhana yang bisa saya bagikan. Silahkan bereksperimen jika punya waktu luang. Terima kasih sudah berkunjung dan berkenan membaca. Semoga ada manfaat yang bisa didapat. Untuk saran dan pertanyaan, atau anda ingin berbagi tentang cara membuat pupuk kompos, silahkan tuliskan di dalam kolom komentar di bawah postingan ini. Salam.